Ronde sebenarnya bukanlah minuman asli Yogyakarta. Minuman ini adalah
hasil akulturasi dari kuliner Tionghoa dan Indonesia, yang kemudian
dibuat dengan cita rasa lokal sesuai selera masyarakat Yogyakarta. Di
negeri asalnya, ronde dikenal dengan nama tang yuan. Ronde [Image Source]Minuman
ini cocok dikonsumsi di malam hari karena terbuat dari air jahe yang
dicampur gula sehingga bisa menghangatkan tubuh. Tak hanya itu saja, ada
juga isian berupa bola-bola kacang tanah giling yang sudah dicampur
gula sehingga memiliki rasa manis. Kacang tanah giling ini dibungkus
dengan kulit yang terbuat dari beras ketan, sehingga bentuknya mirip
onde-onde. Bedanya, isian ronde ini berukuran lebih kecil dan tidak
dibubuhi biji wijen.
Wedang Uwuh
Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman hangat dan uwuh berarti
sampah. Dinamakan demikian karena wedang ini dipenuhi dengan dedaunan
sehingga mirip dengan minuman yang berisi sampah. Tapi tentu saja bukan
sampah yang ada di dalamnya, melainkan aneka dedaunan dan rempah yang
memiliki rasa kuat serta bisa menghangatkan tubuh. Wedang Uwuh [Image Source]Wedang
uwuh memiliki rasa merah karena pengaruh kayu secang yang dimasukkan ke
dalamnya. Bahan lain yang biasa digunakan untuk memperkaya rasa wedang
uwuh adalah jahe, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula
batu. Saat ini wedang uwuh sudah ada yang berbentuk instan sehingga
lebih mudah dinikmati.
Es Semlo
Es Semlo merupakan salah satu menu khas keraton Yogyakarta yang
katanya merupakan kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX. Meski disajikan
dingin, es ini cukup unik karena menggunakan berbagai rempah yang biasa
dipakai untuk membuat aneka wedang. Es Semlo [Image Source]Dengan
bahan utama pisang sebagai isiannya, kuah es semlo terbuat dari
campuran gula pasir, berbagai rempah, serta perasan air jeruk nipis.
Untuk membuat tampilannya semakin menarik, ditambahkan pewarna merah
alami yang terbuat dari kayu secang.
Bir Jawa
Minuman khas Yogyakarta yang satu ini memiliki sejarah cukup unik. Di
masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII di tahun 1930-an, beliau
tertarik dengan kebiasaan orang Belanda meminum bir untuk menghangatkan
diri. Terinspirasi dari hal ini, sang Sultan ingin membuat minuman
sejenis yang bisa menghangatkan tubuh namun tentu saja tidak beralkohol.
Dari situ, terciptalah bir Jawa. Bir Jawa [Image Source]Minuman
ini terbuat dari berbagai jenis rempah seperti kayu secang, kapulaga,
pandan, serai, dan juga cengkeh. Semua bahan tersebut direbus dengan
tambahan gula batu lalu didinginkan. Setelah dingin, ditambahan air
perasan jeruk nipis kemudian disaring dan disimpan dalam botol. Sebelum
dikonsumsi, minuman ini harus dikocok terlebih dahulu hingga berbusa.
Es Krim Rujak
Anda pecinta es krim sekaligus penggemar rujak? Datanglah ke
Yogyakarta dan nikmati segarnya es krim rujak. Es krim yang sudah ada
sejak tahun 1990 ini terdiri dari rujak buah biasa yang diberi topping
es puter. Rujaknya dilengkapi berbagai buah serut seperti mangga,
kedondong, nanas, pepaya muda, dan bengkuang kemudian disiram bumbu gula
Jawa dengan campuran cabai. Es Krim Rujak [Image Source]Setelah
itu, ditambahkan beberapa sendok es puter, yakni es krim berbahan dasar
santan dan gula yang memiliki rasa manis gurih. Sensasi segarnya
buah-buahan, pedasnya bumbu rujak, dan dinginnya es puter membuat
minuman satu ini selalu dicari penggemarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar